Membaca berita belum lolosnya
Uji Emisi mobil Kiat SMK di Surya
kemarin, saya seperti membaca dongeng seribu satu malam. Mobil sebegitu bagus, mulus dan sanggup
menempuh Solo – Jakarta dengan tanpa halangan, kok bisa belum gol.
Sejauh yang saya ketahui, proses
pembuatan mobil ini melibatkan orang-orang yang kompeten dan punya pengalaman
tinggi di dunia otomotif seperti Sukiyat, anak-anak SMK Otomotif, serta gugusan
guru-guru SMK yang hebat. Lho..! Lantas seperti apa lagi yang dibutuhkan oleh
“sebuah mobil nasional” untuk go nasional?
![]() |
| Kiat SMK |
Berkaca dari China dan Korea
yang punya daya juang tinggi meluncurkan produk-produk negaranya, tidak ada
salahnya Indonesia “menyadur” semangat juang tersebut. Bukan saja di pihak produsen, tetapi juga di
pihak pemerintah. Di Korea, konsumen
mobil dalam negeri akan mendapatkan kemanjaan yang luar biasa dari
pemerintah. Mulai dari parkir dengan
biaya yang jauh lebih murah dibanding mobil buatan luar negeri, pajak pembelian
dengan diskon luar biasa ataupun apresiasi dari aparat negara untuk memakai
mobil buatan dalam negeri sebagai mobdin.
Belum lagi dengan kemudahan
khusus bagi eksportir yang berkehendak mengekspor mobil dalam negeri ke luar
Korea. Mereka akan mendapat perlakuan
khusus dari pemerintah.
Seorang teman yang pernah
bekerja di Korea mengatakan, siswa-siswa SMK di sana ditantang oleh pemerintah
dengan apresiasi serta insentif menggiurkan bila dapat mencetak suatu produk
yang bernilai ekonomis. Dan pemerintah
siap membantu memperjuangkan dengan tingkat kejuangan seratus persen!
![]() |
| Bangga Mobil SMK |
Indonesia sepertinya punya
“preman otomotif”. Dan besar kemungkinan
akan merasa terancam bila mobil SMK menjadi produk yang siap digenjot di pasar
oleh pemerintah. Maka tidak ada kata
lain selain upaya preman-preman tersebut melakukan aksi terselubung demi
gagalnya mobnas.
Entah benar atau tidak, tetapi
sebagai seorang praktisi yang juga mengajar di sebuah SMK di Jalan Bharatajaya
Surabaya, saya mengucapkan : “Teruslah berjuang, Pak Jokowi! Jangan mudah menyerah, Pak Sukiyat. Kami para guru dan siswa SMK se Indonesia
mendukung penuh serta selalu mendoakan Anda.
Bravo produksi dalam negeri!”








0 komentar:
Posting Komentar
Anda Dapat Memberikan Komentar Di Sini